Keuntungan operasi Samsung secara total mencapai 4,06 triliun won, turun dari 10,16 triliun won yang dicapai di periode yang sama tahun lalu. Penjualan turun menjadi 47,45 triliun won, dengan pendapatan bersih mencapai 4,2 triliun won, turun 48,8% dibanding periode yang sama setahun yang lalu.
Salah satu divisi yang mengalami penurunan kinerja secara drastis adalah divisi mobile. Pengiriman smartphone Samsung di triwulan lalu turun 8% menjadi hanya 78,1 juta unit, sehingga pangsa pasar globalnya turun menjadi 24%, turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Keuntungan dari divisi ini juga menurun menjadi hanya 1,75 triliun won, turun jauh dari 6,7 triliun won setahun yang lalu.
Keuntungan divisi ponsel Samsung menurun karena tingkat penjualan smartphone produksinya bergeser ke arah kelas menengah bawah. Penjualan Galaxy S5 dikatakan tidak sesuai harapan sementara penjualan Galaxy Note 4 sedikit lambat. Penjualan tablet Samsung meningkat berkat jajaran Galaxy Tab S meski tidak banyak menolong pendapatan secara umum.
Satu-satunya unit bisnis yang melaporkan kenaikan pendapatan dan keuntungan adalah divisi semikonduktor. Permintaan penyimpanan DRAM dan NAND untuk perangkat mobile maupun PC menaik, sehingga divisi ini merupakan divisi yang paling menguntungkan bagi Samsung.
Atas kondisi yang suram ini, pihak Samsung bertekad untuk melakukan perombakan. Samsung berencana melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah model yang disiapkan sehingga Samsung bisa lebih berfokus ke setiap produk dan mengurangi biaya pembelian komponen.
Menurut IDC, Samsung masih menjadi pemimpin pasar smartphone pada triwulan ketiga tahun 2014. Namun demikian hanya Samsung yang mengalami penurunan pangsa di lima besar, sementara Apple, Xiaomi, Lenovo dan LG Electronics semuanya mengalami pertumbuhan pangsa masing-masing lebih dari 15%.
Samsung memperkirakan pendapatannya akan meningkat di triwulan keempat berkat bagusnya bisnis chip memori. Sementara divisi mobile masih belum pasti karena masih harus meningkatkan upaya pemasaran dan menghabiskan barang di gudang sebelum tahun 2015 mulai.
SUMBER : GSMARENA DAN ABCNEWS


0 comments:
Post a Comment